BANJARBARU, DETAK KALIMANTAN – Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kalsel Syamsir Rahman menegaskan, program padi apung tidak ada sama sekali diluncurkan dinas yang dia pimpin pada saat musim kemarau saat ini.
Penegasan itu dia sampaikan menanggapi adanya pemberitaan dari salahsatu media, menyoroti tentang nasib padi apung yang dilanda kekeringan di wilayah Kabupaten Barito Kuala, kondisinya mengering dan gagal panen alias puso.
“Yang kekeringan itu padi apung yang ditanam pada saat musim hujan. Kalau musim kemarau tidak ada padi apung. Nanam padi apung di musim kemarau itu salah persepsi. Padi apung antisipasi untuk kita kebanjiran. Saat air tinggi lakukan penanaman padi apung mau berapa hektar silakan. Hari ini tanam padi apung ?, apa yang diserap, airnya nda ada, jangan salah persepsi,” tegas Syamsir kepada wartawan di Banjarbaru, Sabtu (9/9).
Berulang, Syamsir menegaskan bahwa tidak ada program padi apung dari Dinas DPKP Kalsel pada musim kemarau yang sedang melanda saat ini.
“Ada yang mengatakan padi apung di Batola mengering. Itu program tahun lalu saat banjir.
Tidak ada program dari pertanian (DPKP, red) untuk menanam padi apung pada saat sekarang,” tegasnya sekali lagi.
Syamsir yang juga kandidat kuat Pj Bupati Tanah Laut ini mengharapkan kepada wartawan yang mau bikin berita jangan salah persepsi. “Salah persepsi itu, saya minta kawan wartawan bisa berpikiran luas. Membacanya jelas. Kalau membuat berita tidak jelas, berarti wartawannya juga tidak jelas,” katanya. (Ltf)
Detak Kalimantan Portal Berita Akurat dan Terpercaya