BANJARMASIN, DETAK KALIMANTAN – OJK Kalsel didukung Bank Kalsel mendukung pengembangan padi apung di Kabupaten Hulu Sungai Selatan.
Media tanam tersebut sudah dilakukan pengkajian dan diuji, hasil kordinasi dengan dinas pertanian ketahanan pangan untuk PH 4-8 masih mungkin digunakan varietas padi unggul, di bawah itu varietas tertentu. “Kami juga kordinasi dengan Bulog bahwa ada pangsa ekspor yang bisa diisi padi apung, yaitu menanam varietas pilihan,” katanya.
Dirut Bank Kalsel, Fachrudin menanggapi sistem padi apung ini luar biasa, apalagi bisa tanam palawija dan tumbuh berkembang. “Kami menginisiasi dan mendukung padi apung ini, tinggal bagaimana pengembangan lahan agar bisa lebih luas,” ujarnya.
“Awalnya tanam percontohan dengan media berupa tiga styrofoam dan berhasil. Lantas tahun berikutnya didanai Pemprov Kalsel, selanjutnya kemudian dana dari Kabupaten,” ujarnya.
Lanjut Nur, kawasan pertanian rawa yaitu Kecamatan Angkinang, Simpur, dan Kalumpang sudah tahap demplot atau percontohan, dan hasilnya memang tak tergantung musim. “Kami juga lakukan variasi sistem apung ini dengan menanam sayuran berupa cabai, terong, dan tomat. Namun, medianya menggunakan bambu agar lebih murah, apalagi banyak tanaman bambu di HSS. Nanti, padi juga dicoba tanam dengan media bambu untuk mengurangi biaya produksi budidaya dan keuntungan lebih besar,” tandasnya. (Awe/Ril)
Detak Kalimantan Portal Berita Akurat dan Terpercaya