BANJARMASIN, DETAK KALIMANTAN – Pemerintah Kabupaten Kotabaru menegaskan komitmennya mendukung penguatan komunikasi publik. Komitmen itu disampaikan saat Public Communication Summit 2026 yang digelar Diskominfo Provinsi Kalimantan Selatan.
Summit bertema “Sinergi Pengelolaan Isu dan Reputasi di Era Digital” berlangsung di Gedung Mahligai Pancasila, Banjarmasin, Rabu (03/06/2026).
Diskominfo Kalsel menyebut kolaborasi lintas OPD sangat penting. Tujuannya menciptakan komunikasi pemerintah yang selaras, responsif, dan tidak menimbulkan perbedaan narasi yang bisa merusak citra.
Kepala Diskominfo Kalsel Dr. H. Muhammad Muslim dalam laporannya menyebut forum ini jadi pijakan menyampaikan informasi ke masyarakat, termasuk regulasi terkait.
“Ini juga berkaitan dengan Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Tahun 2024 Nomor 4 tentang Penyelenggaraan Urusan Pemerintahan Bidang Komunikasi dan Informatika,” ujarnya.
Ia menambahkan, derasnya arus informasi di media sosial menuntut strategi komunikasi yang tepat.
“Acara hari ini kita harapkan dapat meningkatkan pemahaman mengenai strategi komunikasi publik di era digital. Sebagaimana kita ketahui, arus informasi dan isu sangat deras. Yang paling masif saat ini justru berkembang di media sosial,” ungkapnya.
“Mudah-mudahan forum ini bisa menjawab bagaimana menyusun strategi penting dalam menghadapi persoalan-persoalan komunikasi,” lanjutnya.
Sambutan Gubernur Kalsel dibacakan Plh Sekda Provinsi H. Subhan Nor Yaumil. Ia mengapresiasi penyelenggara dan narasumber.
“Kegiatan ini penting untuk membangun kesamaan persepsi di antara para pemangku kepentingan, baik di lingkup pemerintah provinsi maupun pemerintah kabupaten/kota se-Kalimantan Selatan, terhadap pengelolaan komunikasi publik di era digital,” katanya.
Menurutnya, pemda harus punya arah komunikasi yang jelas di tengah derasnya informasi media sosial.
“Kitalah yang harus memetakan arah terlebih dahulu agar dapat menyampaikan kebijakan melalui ruang dialog terbuka di dunia maya dengan baik dan efektif,” tambahnya.
Ia menegaskan, komunikasi publik kini bagian dari strategi menjaga reputasi institusi.
“Pengelolaan yang baik dapat memengaruhi reputasi institusi dan meningkatkan kepercayaan publik. Padahal kepercayaan publik adalah instrumen penting dalam keberhasilan kebijakan pemerintah,” lanjutnya.
Dalam wawancara, Kepala Diskominfo Kotabaru Gusti Abdul Wakhid menyampaikan Pemkab Kotabaru ikut berkomitmen penuh.
“Kami siap bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Kalsel dan seluruh kabupaten/kota lainnya. Dengan tujuan memastikan komunikasi pemerintah berpihak pada masyarakat, melindungi reputasi institusi, dan mendukung terwujudnya Kotabaru yang maju serta berdaya saing,” ungkapnya.
Ia menyebut Pemkab akan memperkuat koordinasi antara OPD, Diskominfo, dan stakeholder. Fokusnya merespons isu strategis secara cepat, transparan, dan berbasis data.
Summit menghadirkan narasumber nasional: Dudy Rudianto Tenaga Ahli Utama Badan Komunikasi Pemerintah RI, Jojo S. Nugroho Dosen PR UI, Ani Natalia Pinem Kasubdit Humas DJP Kemenkeu, Dahlan Dahi CEO Tribun Network, dan Ketua Komisi Digital dan Sustainability.
Acara dihadiri Plh Sekda Prov Kalsel, Bupati/Wakil Bupati, serta Kadiskominfo dari 13 kabupaten/kota se-Kalsel.
Rangkaian ditutup dengan peresmian Public Communication Summit 2026 dan pembacaan Deklarasi Komitmen Bersama.(Mul/Dah/Ril)
Detak Kalimantan Portal Berita Akurat dan Terpercaya