GEMPA: Peta BMKG ShakeMap menunjukkan lokasi pusat gempa di darat sekitar 73 kilometer tenggara Tarakan dengan magnitudo 4,0 pada kedalaman 5 kilometer. Warna pada peta menggambarkan tingkat guncangan yang dirasakan masyarakat di sekitar Tarakan dan Tanjung Selor. (FOTO: BMKG TARAKAN)

Bermagnitudo 3,9, Getaran Gempa Terasa di Tarakan

TARAKAN, DETAK KALIMANTAN – Kota Tarakan merasakan getaran gempa bumi tektonik pada Jumat (31/10/2025) sore kemarin. Berdasarkan laporan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa tersebut berkekuatan magnitudo 3,9 dan berpusat di darat sekitar 72 kilometer tenggara Tarakan, Kalimantan Utara. Getaran terjadi pada pukul 16.54.07 WIB dengan kedalaman 6 kilometer.

Kepala BMKG Tarakan, dilansir dari Benuanya M. Sulam Khilmi  mengungkapkan, gempa yang dirasakan di Tarakan berasal dari aktivitas sesar lokal aktif di wilayah Kalimantan Utara. Dengan memperhatikan posisi episenter dan kedalaman hiposenternya, peristiwa ini dikategorikan sebagai gempa dangkal. Jenis gempa seperti ini umumnya disebabkan oleh pergeseran lapisan batuan di daratan.

“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalamannya, gempa ini termasuk jenis gempa dangkal akibat aktivitas sesar lokal aktif,” ungkapnya, Sabtu (1/11/2025).

Secara geografis, pusat gempa berada di antara wilayah Tanjung Selor dan area selatan Tarakan. Hasil pemetaan menunjukkan episenter terletak di koordinat 2,71° Lintang Utara dan 117,68° Bujur Timur.

“Pusat gempa ada di darat, bukan di laut, sehingga dampaknya terasa di wilayah Tarakan bagian selatan,” jelasnya.

Berdasarkan hasil pengamatan dan laporan masyarakat, getaran gempa di Tarakan tergolong lemah namun cukup terasa di dalam rumah. Skala intensitas yang terukur berada pada level II MMI, sedangkan di Tanjung Selor mencapai II–III MMI. Informasi Pemkot Tarakan

“Laporan masyarakat menunjukkan gempa dirasakan jelas di dalam rumah, meski tidak menimbulkan kepanikan,” bebernya.

Pemantauan BMKG hingga saat ini tidak menemukan adanya laporan kerusakan bangunan maupun korban akibat gempa tersebut. Kedalaman sumber gempa yang dangkal serta kekuatannya yang di bawah magnitudo 4 menjadi faktor utama minimnya dampak di permukaan.

“Hasil pemantauan kami menunjukkan tidak ada dampak kerusakan akibat gempa ini,” terangnya.

BMKG mencatat adanya tiga aktivitas gempa susulan dengan magnitudo kecil. Ketiganya terjadi secara berurutan pada pukul 17.01 WIB, 17.14 WIB, dan 17.22 WIB dengan kekuatan masing-masing 2,9; 2,5; dan 2,8.

“Gempa susulan ini termasuk kategori lemah dan tidak berpotensi menimbulkan bahaya tambahan,” imbuhnya.

Sebagai langkah antisipasi, BMKG mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan memeriksa kondisi bangunan setelah gempa. Warga diingatkan untuk berhati-hati terhadap retakan pada struktur rumah yang mungkin disebabkan oleh guncangan ringan.

“Pastikan rumah dalam kondisi aman sebelum kembali beraktivitas di dalamnya,” pesannya.

Selain itu, masyarakat juga diingatkan untuk tidak mempercayai informasi yang tidak bersumber dari lembaga resmi. BMKG menegaskan pentingnya memperoleh data hanya dari kanal resmi agar tidak menimbulkan kebingungan atau kepanikan. Sumber informasi yang sah dapat diakses melalui situs web, aplikasi, atau media sosial resmi BMKG.

“Kami mengimbau agar seluruh informasi terkait aktivitas gempa hanya diakses melalui kanal resmi BMKG,” tandasnya. (Awe/Benuanta)

Bagikan Berita:

Check Also

Hilang Berhari – hari, Jemaah Haji Lansia Ditemukan Meninggal Dunia

JAKARTA, DETAK KALIMANTAN – Seorang jemaah haji asal Jakarta bernama Muhammad Firdaus (72) yang sebelumnya …