MARABAHAN, DETAK KALIMANTAN – H Sugianor, ulama dari Handil Bakti, Barito Kuala, Kalimantan Selatan yang terkenal tegas dalam menyampaikan statement, meminta kepada KPU dan Bawaslu agar benar – benar netral dalam menjalankan tugasnya menyelenggarakan dan mengawal Pemilu 14 Pebruari 2024.
Harapan tersebut disampaikan Guru Sugi (demikian dia biasa dipanggil) kepada wartawan di kediamannya, Ahad (7/1/2024).
“Lahirnya pejabat yang amanah ada pada KPU dan Bawaslu. Mau jadi alim atau jadi maling. Itu tanggungjawab KPU dan Bawaslu dunia akhirat. Kuncinya disitu. Saya minta KPU dan Bawaslu selalu netral,” tegasnya.
Selain meminta KPU dan Bawaslu menjaga netralitasnya, H Sugianor juga berharap kepada alim ulama menjaga netralitas. “Ulama itu tugasnya memberi kesejukan agar Pemilu berjalan dengan damai, bukan berpihak pada satu calon dan menjual suara jamaahnya, yang mengakibatkan terpecahnya jamaah. Kita tidak mau hal itu terjadi,” cetusnya.
Harapan yang sama juga disampaikan Guru Sugi kepada ASN. “Jangan secara terang – terangan dan vulgar mendukung satu calon pemimpin. Setinggi apapun pangkat, kalian (ASN) adalah babu. Jangan selalu patuh pada perintah atasan yang salah. Mestinya memberi solusi kalau mendapati atasan yang kebijakannya keliru, harus diluruskan, karena kalian punya setumpuk ijazah,” cetusnya.
Terkhusus kepada para Caleg yang akan “bertarung” pada Pileg 14 Februari 2024 mendatang, Guru Sugianor meminta apabila terpilih menjadi wakil rakyat agar merealisasikan semua janji yang dilontarkan kepada rakyat.
Terkhusus di wilayah Handil Bakti, beber Guru Sugi, hampir semua jalan di kompleks perumahan kondisinya rusak. “Lihat sendiri bagaimana kondisi jalan di perumahan Persada Raya Baru, bagai kubangan kerbau. Sudah beberapa kali dilaporkan, namun tidak dihiraukan. Kenapa ini bisa terjadi, mungkin wakil rakyat yang terpilih pada pemilu lalu penuh dengan kesibukan. Makanya kita pilih calon wakil rakyat yang bisa membagi waktu,” katanya.
Guru Sugianor juga berharap kepada gubernur, wali kota dan bupati di Kalsel agar berusaha lebih keras lagi dalam memberantas peredaran narkoba di Banua. “Kalsel dikenal sebagai kampung alim ulama, tuan guru dan para wali. Namun, kasus Narkoba sangat parah dan sudah banyak yang masuk penjara. Mari kita bersama – sama memberantasnya,” tutupnya. (Awe)
Detak Kalimantan Portal Berita Akurat dan Terpercaya