BANJARBARU, DETAK KALIMANTAN – Di musim kemarau saat ini, PTAM Intan Banjar (Perseroda) terus melakukan pemantauan jaringan perpipaan agar tidak ikut terbakar akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang acap terjadi. Kalau pipa ikut terbakar, maka dapat mengganggu distribusi air kepada pelanggan di dua wilayah pelayanan yakni Kota Banjarbaru dan Kabupaten Banjar.
Direktur Utama PTAM Intan Banjar Syaiful Anwar melalui Kasi Humas, Mahyuni mengungkapkan, setiap hari PTAM Intan Banjar menurunkan petugas secara bergiliran untuk memantau jaringan perpipaan khususnya di seputaran Jalan Gubernur Syarkawi dan Gubernur Soebardjo.
“Alhamdulillah sampai saat ini, tidak ada pipa yang ikut terbakar. Ini berkat kesigapan petugas kami yang selalu melakukan pemantauan jaringan perpipaan. Masing – masing 5 petugas kami turunkan dengan membawa tandon berisikan 1.200 liter air. Jadi kalau ditemukan ada api di sekitar perpipaan, maka langsung dilakukan pemadaman,” terang Mahyuni kepada Detak Kalimantan, Selasa (3/9/2023).
Dia sampaikan, selain terus melakukan pemantauan, pihaknya juga membantu masyarakat yang kesulitan mendapatkan air bersih terutama yang ada di wilayah Kecamatan Cempaka dan sekitarnya.
“Masyarakat tinggal lapor saja kepada kami. Air siap kami kirim. Ini sebagai bentuk keperdulian PTAM Intan Banjar kepada masyarakat,” katanya.
Selama musim kemarau, lanjut Mahyuni, produksi air bersih tetap normal seperti biasa dan tidak ada kendala yang berarti. Air baku PTAM Intan Banjar berasal dari Sungai Tabuk dan Mandikapau.
“Di musim kemarau ini kami menghimbau kepada masyarakat agar menggunakan air dengan hemat. Kemudian tandon dan penampungan air lainnya dipastikan selalu terisi, sehingga kalau sewaktu – waktu distribusi air terganggu, kebutuhan air selalu siap,” humbaunya. (Awe)
Detak Kalimantan Portal Berita Akurat dan Terpercaya