BANJARBARU, DETAK KALIMANTAN – Gerakan Revolusi Hijau yang dicanangkan Gubernur Kalsel Sahbirin Noor pada 3 Februari 2017 sampai saat ini telah menghijaukan lahan yang gersang di Banua seluas 142 ribu hektar.
Itu diungkapkan Kepala Dinas Kehutanan (Kadishut) Kalsel, Hj Fatimatuzzahra kepada wartawan di Banjarbaru usai kegiatan penanaman pohon di kawasan Bandara Internasional Syamsuddin Noor bersama Gubernur Kalsel H. Sahbirin Noor, Jumat (18/8/2023) pagi.
“Selain itu, Kalsel juga menjadi provinsi terbesar dalam rehap daerah aliran sungai (DAS) di Indonesia. Ini tentunya berkat kerja keras dan semangat revolusi hijau yang selalu kita gelorakan,” ujarnya.
Perempuan yang akrab disapa Ibu Aya ini mengatakan, setiap kegiatan turun ke desa (Turdes) yang dilakukan Gubernur Paman Birin yang diikuti seluruh SKPD, juga tidak lupa untuk selalu diselingi dengan menanam dan membagikan bibit pohon di tempat yang disinggahi.
“Pada turdes yang baru saja dilaksanakan selama 6 hari, tidak kurang dari 2.000 bibit pohon kita bagikan dan dilakukan penanaman secara simbolis,” paparnya.
Aya menyebut, bibit pohon selain diproduksi Pemprov Kalsel, juga dari KLHK. “Kita terus lakukan penanaman baik di kawasan hutan maupun di luar kawasan hutan dan dimanapun yang memungkinkan untuk dilakukan penanaman,” bebernya.
Bagi masyarakat yang memerlukan bibit pohon, terang Aya, Dishut Kalsel selalu siap menyediakan. Tidak itu saja, Dishut Kalsel juga siap mendistribusikan bibit pohon dimanapun lokasinya asal bisa dilalui angkutan truk. “Kita siap untuk distribusikan bibit pohon sesui permintaan. Kami punya 8 unit truk untuk digunakan sebagai pengangkut bibit pohon, mari terus kita menanam,” himbaunya.
Dia menambahkan, untuk kawasan perkantoran Setdaprov Kalsel di Banjarbaru, sampai saat ini telah tertanam atau dihijaukan seluas 60 hektar. “Perkantoran Setdaprov Kalsel berdeminsi hutan dan menjadi role model untuk IKN,” tutupnya. (Awe)
Detak Kalimantan Portal Berita Akurat dan Terpercaya