Pemprov Kalsel Minta Teknologi Modifikasi Cuaca Diperpanjang

BANJARBARU, DETAK KALIMANTAN – Menyusul berakhirnya Tekhnologi Modifikasi Cuaca (TMC) di Wilayah Provinsi Kalsel, Ahad 30 Juli 2023, Pemprov Kalsel melalui Dinas Kehutanan setempat mengusulkan agar masa modifikasi cuaca alias hujan buatan diperpanjang.

Kabid Logistik dan Kedaruratan BPBD Kalsel, Pormadi Dharma mengatakan, surat usulan perpanjangan TMC ke Badan Nasional Pelanggulangan Bencana (BNPB) sedang diproses. “Surat akan ditandatangani gubernur,” ujarnya kepada wartawan belum lama tadi.
Dia sampaikan, TMC oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM) itu masih diperlukan agar kawasan gambut di Kalsel tetap basah. “Kalau kering bisa memicu kebakaran lahan dan hutan,” ujarnya.
Manajer Pusat Pengendalian dan Operasional (Pusdalops) BPBD Kalsel, Ricky Ferdiyanto mengungkap, hingga akhir Juli 2023 tercatat ada 2.268 titik api di Kalsel. Sementara itu, Kasi Perlindungan Kawasan Hutan Dishut Kalsel, Martison mengatakan, kawasan Taman Hutan Raya Sultan Adam semakin rawan terbakar. “Cuaca yang kering akibat kemarau telah memicu kebakaran di kawasan hutan, terutama di daerah semak belukar,” jelasnya. (Ltf)
Bagikan Berita:

Check Also

Deny Rahmad, 24 Tahun, Siap Dilantik Jadi Ketua DPC PKB Kotabaru Termuda di Kalsel

JAKARTA, DETAK KALIMANTAN – Deny Rahmad akan resmi dilantik sebagai Ketua DPC PKB Kabupaten Kotabaru …