Ilustrasi meteran air yang raib diembat maling. (Ist)

Ratusan Meteran Air Diembat Maling, PTAM Intan Banjar Lapor Polisi

BANJARBARU, DETAK KALIMANTAN – Meresahkan !, ratusan meteran air PTAM Intan Banjar (Perseroda) yang dipasang di kediaman dan tempat usaha pelanggan raib diembat maling. Dari laporan yang diterima perusahaan plat merah itu, hingga awal November 2025, setidaknya sudah 192 alat pengukur keluarnya air itu lenyap dan tak tahu rimbanya. 

Pelanggan pun kompak mengeluh. Karena sesuai aturan, akibat dari hilangnya meteran air, tanggungjawab sepenuhnya ada pada pelanggan karena berada di wilayah konsumen.

Efek dari hilangnya meteran air, pasokan air ke pelanggan pun terhenti. Kalau mau air kembali mengalir, maka pelanggan harus memasang lagi meteran air baru yang biayanya lumayan merogoh kantong.

Maraknya aksi pencurian ini, membuat PTAM Intan Banjar bertindak tegas. Sikap tegas itupun tak hanya keluar dari lisan para direktur, sebagai bentuk empati dan keprihatinan, namun secara kongkrit diimplementasikan lewat laporan ke polisi.

“Dua minggu lalu kami sudah melaporkan dan berkoordinasi dengan Polres Banjarbaru. Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan. Kami berharap pelaku bisa segera terungkap karena kejadian ini sudah sangat marak,” beber Kasubbag Humas PTAM Intan Banjar, Mahyuni kepada wartawan, Kamis (6/11/2025).

Namun, sambung Mahyuni, sampai saat ini belum ada perkembangan lanjutan dari penyelidikan itu. “Kami sepenuhnya serahkan proses hukum ini kepada pihak berwajib,” katanya.

Mahyuni berkata, PTAM Intan Banjar berharap kepolisian dapat segera menangkap pelaku karena pencurian meteran air ini menimbulkan kerugian besar bagi perusahaan dan masyarakat.

“Kami mendukung penuh proses kepolisian. Mudah-mudahan pelaku bisa segera ditangkap dan kasus ini tidak berulang,” harapnya.

Kembali ke soal penggantian meter air, Mahyuni menjelaskan, biaya penggantian meteran rumah tangga (½ inci) sekitar Rp 438.500, sedangkan meteran ¾ inci sekitar Rp 1.290.000. Belum termasuk kerusakan aksesoris karena pencuri biasanya menarik paksa alat tersebut.

“Kami kasihan juga kepada pelanggan, tapi aturannya memang demikian. Karena itu kami imbau pelanggan menjaga keamanan meteran, misalnya dengan mengunci pagar atau menggembok kotak meteran,” pesannya.

Tidak lupa, Mahyuni mewanti-wanti pelanggan agar tidak mudah percaya begitu saja dengan orang yang mengaku – ngaku petugas dari PTAM Intan Banjar.

“Silakan lapor resmi ke kantor pelayanan terdekat. Nanti petugas kami datang survei dan memastikan kerusakan. Kami khawatir muncul penipuan mengatasnamakan petugas. Kantor pelayanan terdekat bisa diakses di Banjarbaru, Landasan Ulin, dan Sungai Tabuk sesuai wilayah pelanggan masing-masing,” tutup Mahyuni. (Awe/Ril)
Bagikan Berita:

Check Also

Tingkatkan Komitmen Dalam Pelayanan, Program Deposit Pelanggan PTAM Intan Banjar Terus Berlanjut

BANJARBARU, DETAK KALIMANTAN – PT Air Minum (PTAM) Intan Banjar (Perseroda) kembali memperkuat komitmennya dalam …