BANJARMASIN, DETAK KALIMANTAN – Sudah saatnya generasi muda berkiprah membangun bangsa ini. Undang – undang lama tentang batas usia calon presiden, wakil presiden sudah tidak relevan lagi.
Pernyataan ini disampaikan Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Indonesia Banjarmasin Yanuar Bachtiar dalam perbincangan santai dengan Detak Kalimantan, Jumat pagi (27/10/2023).
Dia berkata: Kita tidak boleh menutup mata. Saatnya partisipasi anak muda. Saya sangat mendorong dengan adanya undang – undang baru ini yang memutuskan batas usia calon presiden.
Yanuar menyebut, di negara luar (tetangga) ada presiden yang usianya sangat tua (sepuh), namun mampu membangun negaranya. Ada juga yang usianya sangat muda, juga menuai kesuksesan dan keberhasilan. “Kita harus berpikir global, usia tidak usah lagi dipersoalkan,” tegasnya.
Menurut Yanuar, apa yang dikerjakan (dilakukan) anak muda saat ini, menjadi cerminan akan nasib bangsa Indonesia ke depan.
Memaknai hari sumpah pemuda tahun ini, Yanuar berpesan kepada anak muda banua untuk terus berkarya sesui dengan bakat dan potensi masing – masing untuk disumbangsihkan kepada banua dan Indonesia.
“Inti dari makna sumpah pemuda adalah: mempersatukan bangsa dan tidak bercerai berai,” cetusnya.
Pesan berikutnya: Pada pemilu silakan berbeda partai, berbeda pilihan. Namun kita ambil dari semangat sumpah pemuda: boleh berbeda – beda, namun tidak boleh bertikai. Boleh berbeda pilihan, namun tetap satu, bangsa Indonesia. (Awe)
Detak Kalimantan Portal Berita Akurat dan Terpercaya