Rapimnas SMSI di Mangga Besar, Bahas Pemilu Damai dan Publisher Rights

JAKARTA, DETAK KALIMANTAN – Sudah beratus tahun, Mangga Besar menjadi wisata malam Jakarta. Lokasi yang sangat strategis di jatung kota, hanya dua kilometer dari Isatana Merdeka.

Serupa historisnya dengan Kota Tua, Mangga Besar tak pernah tidur. Melewati banyak zaman, mulai zaman kolonial, semi modern, modern hingga digital.

Maka wajar saja banyak orang menyebut Mangga Besar sebagai kota anti tidur. Terus berjaga menyambut pagi. Siang sibuk dengan kegiatan bisnis perdagangan ritel modern, malam menjadi kawasan hiburan malam yang sesungguhnya adalah juga bisnis.

Lalu apa makna dari tulisan yang aku buat jelang salat ashar di lobi Hotel The Jayakarta ini, tidak lain adalah sekedar mengabarkan bahwa dengan suara bulat sempurna petinggi SMSI Pusat memilih wikyah Mangga Besar sebagai tempat paling oke untuk digelarnya Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) yang dihelat 28 – 29 Oktober 2023.

Tak ada yang salah, dan memang tepat sekali kalau Mangga Besar menjadi pilihan dari memang tidak ada opsi yang diusulkan.

Kepada saya, Sekjen SMSI Muhammad Nasir berseloroh: di Mangga Besar bersemayam dua ribu gadis cantik dari Jawa Barat. Mereka dapat ditemui para pencari hiburan malam di diskotek, karoke, sauna, hingga tempat terang restoran dan kafe yang berdiri di sepanjang tepi barat dan timur jalan raya Mangga Besar.

Kondisi ini kemudian digandengkan dengan alasan pemilihan lokasi Rapimnas SMSI 2023 di Hotel The Jayakarta yang terletak di Jl Hayam Wuruk wilayah Mangga Besar. “Kita rapat di tempat yang dinamis, hidup, dan aktif siang malam, karena itulah wajah perusahaan media, selalu update, selalu bergerak dari detik ke detik, tanpa pernah tidur,” kata Theodores Dar Edi Yoga, Badan Pertimbangan SMSI.

Mangga Besar dulunya merupakan sebuah perkampungan pendatang dari golongan ningrat suku Jawa. Nama Mangga Besar juga memiliki asal usul tersendiri. Mangga Besar diambil dari adanya pohon mangga yang besar dan berbuah banyak di tengah daerah ini. Pohon itu menjadi patokan tempat.

Bagaimana awalnya Mangga Besar disebut sebagai tempat wisata malam di Jakarta paling terkenal era kolonial, kata Yoga, karena banyaknya pendatang kaya raya yang bermukim di sana. Pendatang kaya raya tersebut menjadi magnet pasar tempat hiburan bagi para pebisnis khususnya prostitusi.

Sebelum dikenal sebagai Mangga Besar, daerah ini juga sempat bernama Macao Po yang tak lepas karena keterkenalan prostitusi di sana. Macao Po ini diambil sebagai nama beken daerah lantaran dulunya, banyak wanita pekerja seks komersial (PSK) asal Makau yang bekerja menjajakandiri di sana. Tapi itu dulu, rumah bordir yang menjajakan cinta semalam sudah lama lenyap.

Jika dahulu Mangga Besar dikenal sebagai tempat hiburan malam, kini wajah daerah di perbatasan Jakarta Barat, Pusat, dan Utara itu justru menjadi daerah kuliner. Hampir di setiap sudut Mangga Besar terdapat toko atau warung makan yang tak boleh dilewatkan jika sedang di Jakarta.

Pemburu bakso dan bubur ayam enak tidak akan salah menjadikan Mangga Besar sebagai tujuan. Anda dapat menemukan tempat yang dicari meski malam hari sekalipun. Mangga Besar juga dikenal sebagai tempat penyelamat pertama anak-anak muda Jakarta Utara jika kelaparan di malam hari.

Dua agenda besar yang dibahas dalam Rapimnas kali ini. Pertama, tentang Perpres publisher rights. Kedua tentang pemilu damai.

Sebanyak 34 ketua dan pengurus SMSI se Indonesia hadir dalam agenda paling bergengsi di penghujung tahun 2023 ini.

Dari Kalsel sendiri, dihadiri Anang Fadilah selaku Ketua SMSI Kalsel dan Wakil Ketua, Anas Aliando. (Awe)
Bagikan Berita:

Check Also

Hilang Berhari – hari, Jemaah Haji Lansia Ditemukan Meninggal Dunia

JAKARTA, DETAK KALIMANTAN – Seorang jemaah haji asal Jakarta bernama Muhammad Firdaus (72) yang sebelumnya …