Ilustrasi Bank Sampah. (Ist)

PTAM Intan Banjar Terus Gaungkan Budaya Kerja Ramah Lingkungan

BANJARBARU, DETAK KALIMANTAN – Budaya kerja ramah lingkungan melalui program Bank Sampah terus dilakukan PTAM Intan Banjar (Perseroda).

Setiap hari Jumat, karyawan perusahaan plat merah itu tampak membawa sampah anorganik yang telah dipilah untuk disetorkan ke Sekretariat Bank Sampah PTAM Intan Banjar.

Sampah yang dikumpulkan seperti kardus, botol plastik, kemasan bekas, hingga berbagai jenis sampah bernilai ekonomis lainnya.

Kegiatan tersebut tidak hanya melibatkan pegawai internal, tetapi juga diikuti Unit Koperasi PTAM Intan Banjar. Keterlibatan lintas bagian ini menunjukkan bahwa pengelolaan sampah telah berkembang menjadi budaya bersama di lingkungan perusahaan.

Ketua Tim Pengelola Bank Sampah PTAM Intan Banjar, Agung Januarianto, mengatakan kegiatan rutin tersebut bertujuan membangun kesadaran pegawai terhadap pentingnya pemilahan sampah sejak dari sumbernya.

“Bank Sampah ini kami jalankan secara rutin setiap Jumat. Pegawai membawa sampah yang sudah dipilah dari masing-masing bagian, kemudian dilakukan pencatatan dan penimbangan. Harapannya, kebiasaan memilah sampah ini semakin melekat menjadi budaya di lingkungan kerja,” ujarnya Jumat (8/5/2026).

Dia sampaikan, Bank Sampah PTAM Intan Banjar memiliki struktur pengelolaan resmi yang ditetapkan melalui Keputusan Direksi PT Air Minum Intan Banjar Nomor 38 Tahun 2024 tentang Penunjukan Tim Pengelola Bank Sampah.

“Selain menjalankan program pengelolaan sampah, PTAM Intan Banjar juga terus mendorong penerapan konsep Eco Office melalui efisiensi energi, kebersihan lingkungan kerja, pemanfaatan ruang terbuka hijau, serta pembiasaan perilaku ramah lingkungan bagi seluruh pegawai,” beber Agung.

Komitmen tersebut, lanjut Agung, membuahkan hasil dengan diraihnya Juara 1 Eco Office kategori BUMN/BUMD/Bank pada 2024 dan kembali mempertahankan prestasi yang sama pada 2025.

“Melalui kegiatan rutin ini, PTAM Intan Banjar berharap budaya memilah dan mengelola sampah dapat terus berkembang, tidak hanya di lingkungan kantor tetapi juga di masyarakat luas,” tandasnya. (Awe/Ril)

Bagikan Berita:

Check Also

Hilang Berhari – hari, Jemaah Haji Lansia Ditemukan Meninggal Dunia

JAKARTA, DETAK KALIMANTAN – Seorang jemaah haji asal Jakarta bernama Muhammad Firdaus (72) yang sebelumnya …