BANJARBARU, DETAK KALIMANTAN – PTAM Intan Banjar (Perseroda) mengharapkan pemerintah daerah bisa mengizinkan perusahaan plat merah itu untuk membuat intake baru sebagai alternatif, antisipasi atau cadangan apabila insiden kebocoran pipa milik BPAM Banjar Bakula terjadi lagi.
Humas PTAM Intan Banjar (Perseroda), Mahyuni dalam siaran persnya yang diterima Detak Kalimantan, Rabu (17/4/2024) menyampaikan, pembuatan intake baru sangat mendesak untuk menjaga distribusi air ke pelanggan yang jumlahnya lebih dari 1.10 ribu bisa berjalan normal dan tidak mengalami gangguan yang berarti. “Intake ini sangat berguna untuk menjaga pendistribusian air tetap normal ketika terjadi gangguan. Terutama saat terjadi kebocoran pipa seperti saat ini,” ujarnya.
Mahyuni menyebut, lokasi pembangunan intake baru ada di kawasan Irigasi Pinus. “Jika seumpamanya pipa BPAM Banjarbakula ini pecah, kita bisa gunakan kembali aliran irigasi,” katanya.
Seperti diketahui, telah terjadi kebocoran pipa milik BPAM Banjar Bakula di kawasan Desa Mandikapau, Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar pada 8 April 2024 lalu. Akibat dari kebocoran pipa berukuran 1.200 mm ini, tidak kurang dari 60 ribu pelanggan terdampak. Air bersih tidak dapat mengalir dengan normal akibat tekanan distribusi terganggu kebocoran pipa.
Untuk memenuhi kebutuhan air bersih, PTAM Intan Banjar (Perseroda) terpaksa mendistribusikan air bersih melalui unit tangki.
“Semoga kebocoran pipa bisa segera diatasi dan kami mengucapkan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan atas terganggunya distribusi air bersih ini,” kata Mahyuni. (Awe/Rilhum)
Detak Kalimantan Portal Berita Akurat dan Terpercaya