BANJARBARU, DETAK KALIMANTAN – Dalam rangka memenuhi kebutuhan industri kayu di Kalsel, Dishut Kalsel tahun 2023 ini melakukan inovasi dengan membangun sentra kayu.
Kadishut Kalsel Hj Fatimatuzzahra mengungkapkan,
dari sentra kayu yang dibangun akan mengurangi suplai kayu untuk kebutuhan industri dari daerah lain.
“Selama ini sebagian besar atau sekitar 80 persen kebutuhan kayu industri di Kalsel dipasok dari Kalteng dan daerah lainnya,” ujarnya kepada wartawan belum lama ini.
Melalui sentra kayu tersebut, beber perempuan yang akrab disapa Aya itu menjelaskan, Kalsel nantinya akan menjadi pemasok utama untuk kebutuhan industri di Kalsel.
“Kita menjalin kerja sama dengan salah satu perhutanan sosial yang ada di Kabupaten Tanah Laut (Tala) yakni anggaran dari pihak perhutanan sosial, tetapi bibit kayu ini dari Dinas Kehutanan Kalsel,” katanya.
Dia menjelaskan hasil dari kayu dari perhutanan sosial tersebut nantinya akan dibeli oleh perusahaan atau industri dari Kalsel sehingga industri di banua ini akan mengurangi pasokan bahan baku kayu dari luar.
Ketika ditanya jenis kayu yang dikembangkan di perhutanan sosial seluas 105 hektar di Kabupaten Tanah Laut tersebut, dia menyebutkan pihaknya akan mengembangkan jenis sengon dan jabung.
Namun demikian, katanya, ke depannya pihaknya akan terus mengembangkan sentra kayu tersebut agar lebih banyak produksi kayu dari hutan di banua ini.
Dalam kesempatan itu, Ibu Aya juga mengungkapkan akan menjadikan salah satu Pulau di kawasan Waduk Riam Kanan sebagai Pulau Ulin, hal itu merupakan program inovasi yang dikembangkan tahun 2023. (Ltf/ril)
Detak Kalimantan Portal Berita Akurat dan Terpercaya