Pertama dia menyoroti tambang batubara ilegal yang masih saja ada ditemukan di Kalsel.
“Masih ada tambang batubara yang diduga Illegal di Kalsel. Ini sangat merugikan masyarakat. Debu dan kerusakan jalan sebagian dampak yang dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujarnya.
Dia sudah menyampaikan keluhan masyarakat di sekitar lokasi tambang Illegal ke aparat penegak hukum dan ke dinas lingkungan hidup.
“Saya ingin di Kalsel penindakan hukum tidak pilih kasih. Orang nambang emas kecil saja tanpa izin ditangkap. Sementara yang besar dibiarkan. Ada kepincangan dalam penegakan hukum. Ayo tegakkan hukum, jangan ke masyarakat bawah saja,” harapnya.
Sugiannor juga menyoroti dunia ASN dan jabatan politik. Menurutnya, ada sebagian oknum kadis yang sewenang – wenang pada ASN karena jadi pejabat tidak gratis tapi bayar. “Sebagai pemegang jabatan politis jangan semau – maunya karena telah ada aturan yang jelas. Jangan sekali – sekali menilai dari keroyalan atau materi yang disetor pegawai. Cari orang yang jenius agar bikin daerah labih maju. Bisa mendongkrak PAD dan bisa membuat ASN disiplin,” cetusnya.
Dengan adanya tekanan, ucap Sugiannor, maka ASN memberi imbalan pada oknum pejabat. Akhirnya akan menjadi beban. “ASN jangan mau jadi sapi peras.
Kalau kita diam maka itu lebih bodoh daripada keledai. ASN seharusnya tidak bisa ditekan oleh pejabat politis. Akibatnya, tatanan pemerintahan itu goyah. Ini melanggar ketentuan hukum dan agama,” ingatnya.
Sugiannor juga menyoroti masih adanya dugaan mafia tanah di Kalsel. Dia memberi contoh di salahsatu kabupaten di Kalsel, ada sertifikat dirubah lagi namanya. “Melibatkan Dinas Transmigrasi, BPN dan Kehutanan,” ungkapnya.
Kepada BPN dia mengingatkan agar sebelum mengeluarkan sertifikat harus benar – benar dilakan pemantauan yang benar. “Jangan sampai tim pengukur main patok tanpa sepengetahuan orang kiri kanan. BPN harus hati – hati dalam mengeluarkan sertifikat,” pesannya.
Terkait tahun politik 2024, Abah Guru mengingatkan kepada seluruh lapisan masyarakat untuk tidak ikut terpancing dan terhasut oleh propaganda orang – orang yang tidak bertanggungjawab. “Mari kita ciptakan suasana yang selalu aman, damai, adem dan kondusif,” pesannya.
Dalam setiap mengambil keputusan, Abah Guru mengingatkan agar dipikirkan matang – matang terlebih dahulu.
“Ikutilah aturan KPU dan Bawaslu dan tidak menggunakan kekerasan. Bagi para calon mari kita ciptakan nuasa politik yang adem, damai dan berkah.
KPU harus betul – betul menjalankan tugasnya sesuai aturan yang ada dan jangan sampai mereka yang punya aturan mereka juga yang tidak menjalankan,” cetusnya.
Terkhusus untuk kinerja Kepala Desa alias Pembakal di Kalsel, Abah Guru menilai secara umum sudah bagus. Namun masih ada sekitar 7 – 9 persen Kades yang tersandung kasus hukum karena tidak tahan godaan dalam mengelola dana desa. “Ada anggapan, Kades seolah – olah gudang duit dan dapat menyelesaikan permasalahan. Padahal Kades itu banyak beban. Karena itulah kesejahteraan Kades perlu ditambah khusunya untuk uang operasional,” sarannya.
Terkait penyampaian aspirasi rakyat yang sering dilakukan dengan turun ke jalan, Abah Guru menyarankan lebih baik dilakukan dengan cara manual atau berkirim surat, karena turun ke jalan itu cukup beresiko baik bagi diri sendiri maupun orang lain. “Sampaikanlah pesan dan kritikan yang membangun. Jangan bernada menghasut dan adu domba sehingga membuat yang baik menjadi keruh,” katanya.
Keberanian Rocky Gerung dalam menyampaikan aspirasi dan gagasan di depan publik juga tidak luput disorot Abah Guru. Menurutnya, negara ini sangat membutuhkan orang – orang cerdas seperti Rocky Gerung yang tanpa tedeng aling – aling lantang bersuara memberikan kritik dan saran membangun kepada pemerintah.
“Saya pribadi menilai, Rocky Gerung adalah super paranormal, karena setiap kata yang dia ucapkan sarat makna filosofi. Alhamdulillah masyarakat sudah tidak dungu lagi dan setiap bertindak tanduk selalu menggunakan akal sehat. Di Kalsel banyak orang seperti Rocky Gerung, hanya saja meraka belum berani bersuara,” tukasnya.
(Tim Detak Kalimantan)