Jamaah Calon Haji Embarkasi Surabaya Nekad Bawa Tiga Buah Durian

SURABAYA, detakkalimantan.com – Setiap tahun selalu ada kisah tak terduga di balik pemeriksaan barang-barang milik jemaah calon haji Indonesia.

Hal ini juga terjadi di kalangan jemaah yang diberangkatkan oleh embarkasi Surabaya, Jawa Timur. Ketua PPIH (Panitia Penyelenggara Ibadah Haji) Embarkasi Surabaya, Husnul Maram, menuturkan bahwa jemaah calon haji Indonesia membawa barang-barang yang tidak diperbolehkan karena faktor ketidaktahuan.

Menurut Husnul Maram, dari tahun ke tahun barang bawaan yang disita petugas bea cukai di Asrama Haji Surabaya antara lain, gunting, rokok, dan beberapa benda lain. Sebenarnya, calon jemaah haji diperbolehkan membawa rokok dengan syarat sesuai ketentuan yang berlaku.

“Ada barang yang diperbolehkan, tapi ada batasannya. Contoh rokok itu maksimal 200 batang, tapi ada yang membawa lebih dari itu, mungkin khawatir di sana tidak ada rokok,” ujar Husnul Maram, dikutip dari YouTube Liputan6, Minggu (28/5/2023).

Seorang jemaah calon haji embarkasi Surabaya nekat membawa tiga buah durian dan memasukkannya di dalam koper besar. Keberadaan durian itu ketahuan saat petugas memeriksa menggunakan X-Ray. Adapun durian merupakan salah satu barang yang dilarang dibawa jemaah calon haji Indonesia.

Sementara itu, berdasarkan keterangan jemaah calon haji yang barangnya terkena razia petugas, durian yang ia bawa merupakan pesanan seorang saudaranya bermukim di Tanah Suci. Sang pemesan diketahui merupakan ibu hamil yang tengah ngidam durian Indonesia. PPIH Embarkasi Surabaya dapat mengerti motif jemaah calon haji nekat membawa durian, namun pihaknya tidak dapat memberikan izin buah berbau menyengat itu turut dalam penerbangan.

Selain durian, petugas bea cukai menyita gunting, paku baja besar, hingga panci. Selain mengeluarkan barang yang dilarang, petugas bea cukai juga membongkar koper milik jemaah calon haji Indonesia yang kelebihan muatan.

Pemberangkatan kelompok terbang (kloter) pertama jemaah calon haji ke tanah suci secara langsung (direct flight) dimulai pada Rabu, 24 Mei 2023. Bandara Internasional Juanda memberangkatkan dua hingga tiga kloter per hari.

“Selama periode embarkasi yang berlangsung 30 hari kami akan melayani dua hingga tiga penerbangan haji per harinya. Kami mohon doa dan dukungan agar pelayanan Angkutan Haji dapat berjalan baik dan lancar,” ungkap General Manager Bandara Juanda, Sisyani Jaffar, Selasa (23/5/2023).

Pada hari pertama keberangkatan, seorang jemaah calon haji embarkasi Surabaya harus dilarikan ke rumah sakit karena mengalami anemia. Dia pun dijadwalkan berangkat mengikuti jadwal kloter selanjutnya dengan syarat kondisi kesehatannya sudah benar-benar pulih.

Seorang jemaah calon haji embarkasi Surabaya nekat membawa tiga buah durian dan memasukkannya di dalam koper besar. Keberadaan durian itu ketahuan saat petugas memeriksa menggunakan X-Ray. Adapun durian merupakan salah satu barang yang dilarang dibawa jemaah calon haji Indonesia.

Sementara itu, berdasarkan keterangan jemaah calon haji yang barangnya terkena razia petugas, durian yang ia bawa merupakan pesanan seorang saudaranya bermukim di Tanah Suci. Sang pemesan diketahui merupakan ibu hamil yang tengah ngidam durian Indonesia. PPIH Embarkasi Surabaya dapat mengerti motif jemaah calon haji nekat membawa durian, namun pihaknya tidak dapat memberikan izin buah berbau menyengat itu turut dalam penerbangan.

Selain durian, petugas bea cukai menyita gunting, paku baja besar, hingga panci. Selain mengeluarkan barang yang dilarang, petugas bea cukai juga membongkar koper milik jemaah calon haji Indonesia yang kelebihan muatan.

Pemberangkatan Haji
Pemberangkatan kelompok terbang (kloter) pertama jemaah calon haji ke tanah suci secara langsung (direct flight) dimulai pada Rabu, 24 Mei 2023. Bandara Internasional Juanda memberangkatkan dua hingga tiga kloter per hari.

“Selama periode embarkasi yang berlangsung 30 hari kami akan melayani dua hingga tiga penerbangan haji per harinya. Kami mohon doa dan dukungan agar pelayanan Angkutan Haji dapat berjalan baik dan lancar,” ungkap General Manager Bandara Juanda, Sisyani Jaffar, Selasa (23/5/2023).

Pada hari pertama keberangkatan, seorang jemaah calon haji embarkasi Surabaya harus dilarikan ke rumah sakit karena mengalami anemia. Dia pun dijadwalkan berangkat mengikuti jadwal kloter selanjutnya dengan syarat kondisi kesehatannya sudah benar-benar pulih. (Awe/mdk)

Bagikan Berita:

Check Also

Hilang Berhari – hari, Jemaah Haji Lansia Ditemukan Meninggal Dunia

JAKARTA, DETAK KALIMANTAN – Seorang jemaah haji asal Jakarta bernama Muhammad Firdaus (72) yang sebelumnya …