Bupati Kotabaru H Sayed Jafar Alaydrus, SH didampingi Sekda dan Kepala Bandara GSA melaksanakan Rakoor bersama pihak perusahaan dan dinas yang terkait.(ril)

Bupati Kotabaru laksanakan Rakoor bersama Kepala Bandara dan pihak perusahaan yang ada di Bumi Saijaan

KOTABARU, detakkalimantan.com – Bupati H Sayed Jafar Alaydrus, SH didampingi Sekretaris Daerah Drs H Said Akhmad Assegaf, MM dan Asisten I melaksanakan rapat koordinasi tentang program TJSLP/CSR terkait transportasi udara di Kabupaten Kotabaru yang bertempat di Operation Room Sekda, Senin (03/04) pagi.

Dalam rakor tersebut Bupati H Sayed Jafar mengatakan, kepada seluruh perusahaan agar dapat berperan aktif dalam membantu rencana pembukaan rute baru dari Kotabaru – Surabaya dan Kotabaru – Balikpapan serta rencana penambahan relokasi perpanjangan runway bandara Gusti Syamsir Alam sekitar 200 meter ke arah laut.

Hal tersebut tentunya harus didukung oleh perusahaan atau badan usaha yang ada di Kotabaru
dengan harapan agar mempermudah masyarakat Kotabaru untuk menggunakan transportasi udara.

Kepala bandara Gusti Syamsir Alam Kotabaru Chairul Humam juga mengatakan, untuk perpanjangan runway tentunya bisa memanfaatkan lahan yang sudah ada dan untuk anggarannya dari APBN 2024 menggunakan dana SBSN sudah ditampung usulan dan sudah diberikan janji akan dilaksanakan karena mengingat Pemerintah Daerah ditahun ini sudah sangat serius mengeluarkan anggaran sebesar 50 Milyar untuk pembebasan lahan sebagai pengembangan bandara Gusti Syamsir Alam Kotabaru.

“Terkait dengan itu karena sudah ada MOU di tahun 2019 bahwa Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah harus bisa sama sama bersinergi, jadi di tahun ini Pemerintah Daerah menggelontorkan dana anggaran 50 Milyar untuk pembebasan lahan,” ucap Kepala Bandara GSA.

“APBN di 2024 sebesar 50,6 Milyar akan membantu untuk perpanjangan dan pelapisan landas pacu,” ungkapnya.

“Terkait dengan penumpang memang saat ini kami sebagai penyelenggara Bandar Udara Gusti Syamsir Alam selalu didukung oleh Pemerintah Daerah dalam hal ini Bupati beserta jajaran khususnya Dinas Perhubungan, namun dari sisi maskapai yang mana dalam hal ini yang beroperasi Wings Air itu mereka mengharapkan stabilnya dulu jumlah penumpang baru mereka mau menurunkan harga tiket. Jika ada harapan untuk merubah kembali rute penerbangan seperti di 2019 tentunya ini menjadi PR bagi kita karena jumlah sekarang tidak stabil, terkadang turun naik,” terangnya pula.

“Untuk pengguna sendiri dari masyarakat umum, Pemerintah Daerah, Forkompimda atau pun ASN juga perusahaan, kami juga meminta bantuan dari perusahaan yang ada di Kabupaten Kotabaru untuk ikut bekerjasama menggunakan mode transportasi udara sehingga dengan penumpangnya banyak seperti di 2019 dan harapan kita harga tiket akan stabil bisa kita jangkau sesuai dengan kondisi sekaran,” jelasnya.

Pihak-pihak perusahaan yang ada di Kotabaru mengikuti rapat koordinasi bersama Pemerintah Daerah.(ril)

Dalam hal ini Sekretaris Daerah H Said Akhmad menyimpulkan, mudah-mudahan menormalkan penerbangan menjadi salah satu solusi untuk dapat menurunkan harga tiket.

“Pemerintah Daerah dan DPRD akan melakukan pendekatan kepada pihak maskapai untuk membicarakan persoalan yang ada sedangkan untuk rute baru kita juga akan berkonsultasi juga pada pihak maskapai bagaimana nanti teknisnya,” tandasnya.

Acara ditutup dengan tanya jawab dari pihak perusahaan, dinas terkait dan Kepala Bandara.(NN/Ril)

Bagikan Berita:

Check Also

Deny Rahmad, 24 Tahun, Siap Dilantik Jadi Ketua DPC PKB Kotabaru Termuda di Kalsel

JAKARTA, DETAK KALIMANTAN – Deny Rahmad akan resmi dilantik sebagai Ketua DPC PKB Kabupaten Kotabaru …