Kadishut Kalsel Fatimatuzzahra menandatangani prasasti peresmian KTH Mart di lingkungan kantor KPH Tala,(Foto: B Post)

Gerai Penjualan Produk Hasil Hutan Hadir di Pelaihari

TANAH LAUT, detakkalimantan.com – Gerai khusus penjualan produk hasil hutan bukan kayu (HHBK) hadir di Kota Pelaihari, Kabupaten Tanahlaut (Tala), Kalimantan Selatan (Kalsel), yakni KTH Mart.

Beragam jenis produk HHBK tersedia di gerai yang berada di lingkungan kantor Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Tala di kawasan Jalan A Syairani, Pelaihari, tersebut.

Di antaranya produk pangan seperti madu kelulut, sambal daun jeruk purut, kopi, gula semut, kemiri, dan lainnya. Juga ada produk nonpangan seperti bokashi.

Bokashi adalah metode pengomposan yang dapat menggunakan starter aerobik maupun anaerobik untuk mengomposkan bahan organik. Bahan bakunya biasanya berupa campuran molasses, air, starter mikroorganisme dan sekam padi.

KTH Mart tersebut diresmikan oleh Kepala Dinas Kehutanan Kalsel Fatimatuzzahra, Jumat (17/3/2023), didampingi Kepala KPH Tala Rahmad Riansyah.

Hadir sejumlah pejabat teras Pemkab Tala, pejabat UPT Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), perwakilan sejumlah perusahaan swasta, serta kalangan pengurus Kelompok Tani Hutan (KTH) dari berbagai kecamatan di Tala.

Berbagai pihak yang berkesempatan melihat dari dekat aneka produk HHBK yang diproduksi KTH Tala tersebut. Cukup banyak yang berminat, bahkan ada yang langsung terjual.

“Bokashi produksi LPHD (Lembaga Pengelolaan Hutan Desa) Sungaibakar Kecamatan Bajuin terjual lima ton,” sebut kepala KPH Tala Rahmad Riansyah.

Produk bokashi dari Sungaibakar tersebut berupa granul dan terkemas secara rapi. Harganya Rp 10 ribu per kemasan volume lima kilogram.

“Ibu-ibu penggemar tanaman hias, jangan lupa membeli pupuk bokashi atau kompos di KTH Mart Pelaihari. Harganya terjangkau, bokashi granul Rp 10 ribu per 5 kg dan yang biasa (serbuk) hanya Rp 7,5,” papar Rahmad.

Keberadaan KTH/LPHD yang memproduksi bokashi tersebut, kata Rahmad, juga mendapat support dari perusahaan swasta yakni PT Japfa dalam hal suplai bahan baku tambahan.

Karena itu, lanjutnya, langsung dilakukan penandatangan memorandum of understanding (MoU) antara PT Japfa dengan tiga produsen bokashi di Tala yaitu LPHD Sungaibakar, KTH Mekarsari Desa Benua Tengah Kecamatan Takisung, dan KTH Bukit Panti Desa Sungaijelai Kecamatan Pelaihari.

KTH Mart tersebut merupakan satu-satunya di Kalimantan Selatan. Karena itu, masyarakat Tala secara mudah dapat mencari aneka produk HHBK tanpa harus mendatangi ke lokasi produksi di perkampungan.

Perkembangan usaha KTH di Tala juga kian bertumbuh. Karena itu pula KPH Tala mendapat predikat sebagai KPH Efektif dari KLHK dari 542 KPH se-Indonesia.

Di Kalsel tercatat sembilan KPH dan seluruhnya pada 2022 lalu mendapat predikat Efektif.

Sementara itu KPH Tala juga ditetapkan sebagai KPH dengan pencapaian output tertinggi se-Indonesia.

Pada peresmian KTH Mart tersebut sekaligus dilakukan penyerahan bantuan laptop dan printer kepada KTH Pinang Muda, KTH Harapan Baru, KTH Kariya Jaya, KTH Gunung Birah, dan KTH Batu Kura.

Bantuan hibah dari pendanaan FIP-II DIPA PUPS tersebut diharapkan mampu mendukung administrasi dan operasional usaha kelima KTH tersebut.(Ltf/B.Post)

Bagikan Berita:

Check Also

Hilang Berhari – hari, Jemaah Haji Lansia Ditemukan Meninggal Dunia

JAKARTA, DETAK KALIMANTAN – Seorang jemaah haji asal Jakarta bernama Muhammad Firdaus (72) yang sebelumnya …