Gerah Pembangunan Belum Merata, Raja Demo Aliansyah Siap Bertarung di Dapil 3 Kabupaten Banjar

MARTAPURA, DETAK KALIMANTAN – Partai Gerindra berkomitmen menghadirkan caleg yang berkualitas untuk memperjuangkan kepentingan rakyat.

Aliansyah, salah satunya sosok aktivis yang selama ini sangat getol dalam memperjuangkan nasib rakyat yang teraniaya dan terzalimi oleh oknum pemangku kebijakan dengan mantap akan maju sebagai calon legislatif DPRD Kabupaten Banjar daerah pemilihan Kecamatan Gambut, Tatah Makmur, Beruntung Baru dan Aluh – aluh.

Aliansyah mengungkapkan, keinginannya maju sebagai calon anggota DPRD agar dapat memperjuangkan aspirasi masyarakat khususnya di empat kecamatan tersebut.

‘Saya melihat pembangunan belum merata. Khusus di Kecamatan Aluh – aluh, masih banyak jalan dan jembatan yang rusak. Disana belum memiliki akses jalan darat yang memadai, 80 persen transportasi masih melalui sungai, termasuk juga sarana air bersih,” ujarnya kepada DETAK KALIMANTAN, Rabu (8/11).

Selama ini, bebernya, dia hanya berteriak di depan kantor kejaksaan, gubernur, bupati dan walikota menyuarakan aspirasi rakyat kecil. Namun hasilnya kadang ditanggapi, tapi kebanyakannya dicueki.

“Karena itulah, saya gerah melihat kenyataan ini. Sehingga perjuangan saya dari perlemen jalanan akan berpindah menjadi perlemen betulan,” katanya.

Kecamatan Aluh – aluh, kata Aliansyah, adalah penghasil utama ikan laut dan sampai saat ini nelayan masih kesulitan mendapatkan solar bersubsidi.

“Kita berupaya akan membangun SPBU khusus untuk melayan. Juga akan tarik investor untuk membuka pabrik pengalengan ikan,” cetusnya.

Khusus di Kecamatan Gambut, Tatah Makmur dan Beruntung Baru yang selama ini sebagai daerah penghasil padi andalan Kalimantan Selatan juga akan terus didorong. “Kita kembalikan Gambut sebagai “Kindai Limpuar ” Kalsel. Apalagi IKN telah pindah ke Kaltim. Harus ada pabrik beras raksasa di Gambut untuk memenuhi ketersediaan beras rakyat Kalimantan,” katanya.

Selama ini, beber mantan Ketua KNPI Kabupaten Banjar itu, harga beras selalu dipermainkan tengkulak. Kesejahteraan petani masih jauh dari harapan. Lahan pertanian juga banyak beralih fungsi menjadi lahan perumahan. “Ini tidak boleh dibiarkan. Kita akan perjuangkan, kawasan pertanian abadi wajib ada di tiga kecamatan tersebut,” tegasnya.

Aliansyah menyebut, wakil rakyat dan rakyat sendiri masih sangat berjarak. Sehingga aspirasi yang disampaikan rakyat ke DPRD masih sering tidak sampai dan menguap. “Saya akan bikin rumah aspirasi di tiap kecamatan. Tidak ada lagi jarak rakyat dan wakilnya. Kunjungan kerja ke luar daerah pun tidak perlu dilakukan kecuali sangat orgent. Lebih baik duit perjalanan dinas untuk bantu rakyat. Ini jauh lebih bermanfaat,” sambungnya.

Lalu kenapa dia memilih bergabung dengan Partai Gerindra, Aliansyah beralasan karena ada sosok Prabowo Subianto. “Prabowo adalah tokoh yang sangat mempengaruhi perjalanan hidup saya. Prabowo seorang negarawan.  Bertarung dengan Jokowi habis – habisan saat Pilpres. Ketika usai, menerima kekalahan dengan legowo. Bahkan membantu Jokowi mengelola pemerintahan. Beliau seorang negarawan. Bukan sosok ambisius. Difitnah di caci maki dengan berita hoax. Beliau tetap tenang. Inilah demokrasi, dan menjadi inspirasi saya. Menjadi pemimpin tidak boleh lupa kacang dengan kulitnya,” beber sarjana pendidikan Islam itu.

Satu pesan penting disampaikan Aliansyah kepada masyarakat pemilih. “Jangan pilih caleg yang hanya bermodal uang dan mengandalkan nama besar orangtuanya. “Pilih yang benar – benar berjuang untuk kepentingan rakyat. Jangan terperdaya dengan uang Rp200 ribu. Setelah terpilih, akan lupa. Rakyat hanya bisa gigit jari. Rakyat hanya diperalat untuk merebut kursi dewan,” tukasnya. (Awe)
Bagikan Berita:

Check Also

Purbaya Dikabarkan Ambruk dan Masuk Rumah Sakit

JAKARTA, DETAK KALIMANTAN – Kementerian Keuangan buka suara terkait perbincangan di media sosial yang menyatakan …