BARITO KUALA, DETAK KALIMANTAN – Guru Sugianor mendukung Kepala Desa (Kades) alias Pembakal yang nambah istri. “Allah saja tidak melarang, apalagi saya,” ujarnya.
Itulah sepenggal topik pembicaraan menarik Detak Kalimantan dengan pria yang kesohor dengan panggilan Abah Guru Sugi saat menyambangi kediamannya di bilangan Kompleks Persada Raya Baru, Handil Bakti, Barito Kuala, Sabtu (21/10/2023) siang.
Dia mengungkapkan, fenomena pebakal nambah istri di Kalsel dalam satu dasawarsa terakhir cenderung meningkat. “Itu lumrah, karena pembakal merasa mampu. Tidak ada hukum yang dilanggar,” katanya.
Guru Sugi menyebut, selama pemerintahan desa masih bisa berjalan normal dan kinerja kepala desa tidak terganggu, maka nambah istri tidak perlu dipermasalahkan.
“Lain halnya kalau pembakal beristri muda kemudian mengakibatkan pemerintah desa terganggu, maka saya tidak mendukung,” cetusnya.
Dia sampaikan, selama dirinya diberi mandat oleh pemangku kepentingan sebagai penasehat kepala desa se Kalsel, kerap menerima keluhan dan curhatan dari istri kades yang telah terlanjur nambah istri. “Sangat sering istri pembakal yang curhat sama saya. Saya nasehati saja agar dapat bersabar dan ambil hikmahnya. Kalau tidak senang dimadu, sangat gampang, minta cerai saja secara baik – baik,” ujarnya.
Sebelum nambah istri dilakukan, pesan Guru Sugi, pembakal harus memikirkan dulu secara matang – matang efek yang akan ditimbulkan. Kalau memang harus nambah istri juga, Guru Sugi mengharapkan pembakal terlebih dahulu minta izin dengan istri pertama. “Ini penting dilakukan agar istri pertama tahu sehingga tidak mengakibatkan masalah berat dikemudian hari. Masalah diizinkan atau tidak, itu bukan persoalan. Yang penting minta izin dulu,” katanya.
Kepada pembakal yang sudah kadong nambah istri, Guru Sugi mewanti – wanti agar berlaku adil dan jangan sampai melakukan korupsi akibat biaya (pengeluaran) membengkak gara – gara istri muda.
“Kita sama – sama tau, yang namanya istri muda biasanya permintaannya macam – macam. Sedangkan gaji pembakal tidak seberapa. Kalau tidak hati-hati, bisa tergelincir,” kata Guru Sungi yang kerap bikin pernyataan kontroversi itu. (Awe)
Detak Kalimantan Portal Berita Akurat dan Terpercaya