Kepala Perwakilan BI Kalsel Wahyu Pratomo mengatakan, BI Kalsel senantiasa menaruh perhatian lebih pada upaya pembangunan kualitas sumber daya manusia di Banua, termasuk di bidang literasi. “Oleh karena itu, peningkatan kualitas layanan perpustakaan yang berperan sebagai jendela wawasan bagi para pemustaka (pengunjung perpustakaan), juga menjadi salah satu indikator kinerja BI Kalsel,” ujar Wahyu Pratomo kepada kepada wartawan di Banjarmasin, Kamis (3/8).
Dia sampaikan, nilai akreditasi A yang diberikan Perpusnas RI membuktikan bahwa kualitas layanan perpustakaan BI Kalsel meningkat. Capaian ini diharapkan bisa mendorong dan mendukung kemajuan literasi di Kalsel.
“Predikat tertinggi yang diberikan Perpusnas RI ini sekaligus meningkatkan nilai akreditasi perpustakaan BI Kalsel. Pada penilaian akreditasi edisi sebelumnya tahun 2019, perpustakaan BI Kalsel mendapatkan predikat B.
Asesor Perpustakaan Nasional, Supriyanto mengatakan, sesuai Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2007, pelaksanaan akreditasi perpustakaan di Indonesia, termasuk perpustakaan BI Kalsel, dilaksanakan oleh Perpustakaan Nasional. “Ada sembilan komponen yang dinilai dalam pelaksanaan re-akreditasi kali ini yaitu koleksi, sarana dan prasarana, pelayanan, tenaga, dan penyelenggaraan. Kemudian, ada pula pengelolaan, inovasi dan kreativitas, tingkat kegemaran membaca, dan indeks pembangunan literasi masyarakat,” urainya.
Berdasarkan hasil visitasi tim asesor Perpusnas RI dalam rangka re-akreditasi di perpustakaan BI Kalsel, beber Supriyanto, maka BI Kalsel sangat layak diperoleh predikat A atau sangat baik.
Supriyanto menyebut, salah satu komponen yang mendapat nilai maksimal ialah tingkat kegemaran membaca. Hasil maksimal itu diperoleh mengingat jumlah pengunjung perpustakaan BI Kalsel selama setahun terakhir cukup banyak, yaitu 13.821 pengunjung, sehingga mampu memenuhi standar yang ditetapkan Perpustakaan Nasional.
Detak Kalimantan Portal Berita Akurat dan Terpercaya