Kadishut Kalsel Fatimatuzzahra saat memberikan keterangan pers.(Annisa Wulandari)

Kontribusi Nyata Gerakan Revolusi Hijau Paman Birin, Lahan Kritis di Kalsel Makin Berkurang

BANJARBARU, detakkalimantan.com – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) melalui Dinas Kehutanan setempat terus menggelorakan gerakan revolusi hijau. Bahkan gerakan tersebut akan diperluas sampai ke tingkat tapak yaitu desa.

Kepala Dinas Kehutanan Kalsel, Fatimatuzzahra mengungkapkan, pihaknya telah menggelar rapat koordinasi (Rakor) bekerjasama dengan seluruh kabupaten/kota. Melalui kegitan tersebut, para camat, lurah dan kades duduk bersama untuk bersinergi membumikan gerakan revolusi hijau.

“Tujuan dari rakor adalah untuk menginventalisir potensi lahan per desa/kelurahan termasuk keperluan bibit untuk sasaran penanaman 5 tahun kedepan,” ujar Fatimatuzzahra kepada wartawan di Banjarbaru, Jumat (14/4).

Dia sampaikan, pada Rakor juga dilaksanakan penandatanganan nota kesepahaman antara KPH lingkup Dishut Kalsel dengan camat, lurah dan kades untuk bersenirgi dalam pelaksanaan gerakan revolusi hijau guna percepatan peningkatan tutupan lahan di Kalsel.

Perempuan yang akrab dipanggil Aya itu membeberkan, gerakan revolusi hijau dilatarbelakangi masih luasnya lahan kritis dan rendahnya kemampuan untuk kegiatan rehabilitasi hutan dan lahan yang diawali dengan pencanangan oleh Gubernur Kalsel Sahbirin Noor atau yang akrab disapa Paman Birin pada tahun 2017 lalu. Gerakan ini telah diformalkan melalui Perda Provinsi No: 7 Tahun 2018 tentang Gerakan Revolusi Hijau.

“Gerakan revolusi hijau merupakan langkah besar Kalsel dalam upaya memperbaiki kualitas lingkungan hidup, meningkatkan tutupan lahan bervegatasi, menurunkan tingkat kekritisan lahan, meningkatkan produktivitas lahan melalui kegiatan penanaman pohon,” jelasnya.

Aya menyebut, luas lahan kritis di Kalsel yang dikeluarkan Kementrian LHK pada tahun 2013 seluas 642.580 hektar. Tahun 2018 luasnya turun menjadi 511.594 hektar. “Tahun 2022 luasan lahan kritis kita menjadi 458.478 hektar. Ini membuktikan gerakan revolusi hijau berkontribusi positif dalam pengurangan lahan kritis. Sejak dicanangkan, telah dilakukan penanaman dan pembagian bibit setara seluas 137.243 hektar,” cetusnya.

Dia tambahkan, kegiatan penanaman dilakukan melalui skema RHL APBD/APBN, rehabilitasi DAS PPKH, reklamasi hutan, KBR, KBD, forest city, penghijauan lingkungan, industri menanam, penanaman oleh persetujuan perhutanan sosial, penanaman oleh PBPH dan penanaman yang dilakukan pihak lain terkait sebagai bagian dari kegiatan yang mendukung penurunan lahan kritis di Kalsel.

“Selain berperan dalam memulihkan dan perbaikan lingkungan, gerakan revolusi hijau secara ekonomi juga memberikan dampak positif terhadap pendapatan masyarakat,” ujar Fatimatuzzahra.(Ltf)

Bagikan Berita:

Check Also

Purbaya Dikabarkan Ambruk dan Masuk Rumah Sakit

JAKARTA, DETAK KALIMANTAN – Kementerian Keuangan buka suara terkait perbincangan di media sosial yang menyatakan …