Pengembangan ternak sapi melalui program Siska Ku Intip di lahan sawit di Kabupaten Tanah Bumbu.(Annisa Wulandari)

Program Siska Ku Intip Upaya Kalsel Percepat Swasembada Sapi

BATULICIN, detakkalimantan.com – Sukses dengan program Sapi Kerbau Komoditas Andakan Negeri (Si Komandan), Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Kalsel kembali menuai sukses dari program terbarunya yakni  Sistem Integrasi Kelapa Sawi Sapi Berbasis Kemitraan Usaha Ternak Inti Plasma (Siska Ku Intip).

Kelala Disbunnak Kalsel, Suparmi mengungkapkan, Si Komandan adalah program untuk mengoptimalkan reproduksi atau perkembangan ternak sapi yang ada di kabupaten/kota se-Kalsel, yang setiap tahunya mampu melahirkan pendet atau anak sapi hingga 28 ribu ekor.

Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Kalsel, Suparmi saat diwawancara awak media.(Annisa Wulandari)

“Dengan adanya program Si Komandan ini, maka menjadi dasar membuat program Siska Ku Intip. Ini pertama di Indonesia bertujuan menyelesaikan permasalahan yang sangat krusial yakni soal pakan, sehingga masyarakat lebih cendrung untuk menjual pedet atau anak sapinya,” ujar Suparmi kepada wartawan akhir pekan tadi.

Dia sampaikan, melalui program Siska Ku intip diharapkan dari hasil Si Komandan bisa di besarkan di perkebunan kelapa sawit, melalui integrasi sawit sapi yang melibatkan pelaku usaha perkebunan sawit dengan melakukan kemitraan plasma atau masyarakat sekitar.

“Hari ini kita Panen Pendet Nasional dan Kick Off Siska Ku Intip yang di lakukan oleh Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, di mana panen pendet atau anak sapi sebanyak 1.000 ekor, ucapnya.

Mewakili insan perkebunan dan peternakan, Suparmi berterima kasih dengan Mentan RI, Syahrul Yasin Limpo karena ingin mengembangkan kembali kluster ini menjadi 10 ribu ekor. “Ini memang merupakan tujuan Pemprov Kalsel untuk menjalankan program Siska Ku intip ini. Tentunya ini akan menjadikan percepatan swasembada sapi di Kalsel,” harapnya.

Suparmi menyebut, saat ini masih ada 7 kluster untuk perbaikan genetik dari ternak sapi yang dihasilkan. “Satu kluster terdiri dari 36 kelompok, dan mereka akan mendapatkan bantuan pembiayaan KUR dari Bank Kalsel sebesar Rp40 juta per anggota kluster,” tutupnya.(Awe)

Bagikan Berita:

Check Also

Purbaya Dikabarkan Ambruk dan Masuk Rumah Sakit

JAKARTA, DETAK KALIMANTAN – Kementerian Keuangan buka suara terkait perbincangan di media sosial yang menyatakan …