Gubernur Kaltara, Zainal A Paliwang serahkan bantuan untuk warga korban gempa Tarakan. (Ist)

Gubernur Kaltara Salurkan Bantuan untuk Korban Gempa, Rp10 Juta per Rumah Langsung Ditransfer ke Rekening Penerima

TARAKAN, DETAK KALIMANTAN –  Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Pemprov Kaltara) menyalurkan bantuan sebesar Rp10 juta per rumah bagi warga terdampak gempa bumi yang mengguncang Kota Tarakan pada Rabu (5/11/2025) malam.

Gubernur Kaltara, Zainal A. Paliwang, menyampaikan bahwa bantuan tersebut diperuntukkan khusus bagi pemilik rumah yang terdampak dan tidak berlaku untuk penyewa atau penghuni kontrakan.

“Bantuan ini akan kami transfer langsung ke rekening masing-masing korban, tidak diserahkan secara tunai. Nilainya Rp10 juta untuk setiap rumah, baik yang mengalami kerusakan ringan, sedang, maupun berat,” ujar Zainal saat meninjau lokasi terdampak gempa di Tarakan, Kamis (6/11/2025) dilansir dari Super Kaltara.

Gubernur menambahkan, penyaluran bantuan dilakukan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kaltara setelah proses pendataan selesai dilakukan. Ia memastikan seluruh korban yang rumahnya rusak akan menerima bantuan sesuai kategori kerusakan yang tercatat.

Dalam kunjungan lapangannya, Zainal bersyukur tidak ada korban jiwa dalam peristiwa gempa tersebut. Ia juga mengapresiasi respon cepat dari pemerintah pusat yang langsung menurunkan tim untuk melakukan pendataan dan verifikasi dampak gempa.

“Syukur alhamdulillah, tidak ada korban jiwa. Kami sudah melihat langsung kondisi rumah warga yang terdampak. Kementerian juga telah datang untuk melakukan pendataan, dan insyaallah akan memberikan dukungan tambahan bagi masyarakat,” tuturnya.
Dari hasil laporan sementara, kerusakan akibat gempa hanya ditemukan di wilayah Kota Tarakan. Wilayah lain di Kalimantan Utara belum melaporkan adanya dampak serupa.

Selain menyalurkan bantuan, Pemprov Kaltara berencana memperkuat mitigasi bencana gempa di wilayahnya. Zainal mengungkapkan bahwa pemerintah telah menyiapkan anggaran dari Belanja Tidak Terduga (BTT) untuk pelaksanaan simulasi dan pelatihan tanggap darurat bagi masyarakat.

“Kita sudah punya dana BTT yang siap digunakan untuk kegiatan darurat, termasuk pelatihan simulasi gempa. Nanti kita lihat kesiapan dari instansi terkait untuk melaksanakan kegiatan tersebut,” jelasnya.

Pemprov Kaltara berharap langkah ini dapat meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat terhadap potensi bencana di masa mendatang, sekaligus memastikan bantuan tersalurkan secara cepat, transparan, dan tepat sasaran. (Awe/Super Kaltara)

Bagikan Berita:

Check Also

Indocement raih hasil positif pada Tahun 2025

JAKARTA, DETAK KALIMANTAN – PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk kembali menunjukkan ketahanan bisnis dengan membukukan …