Ilustrasi tabung gas Klorin. (Ist)

Pasca Bocornya Gas Klorin, PTAM Intan Banjar Memperketat Kesiagaan dan Kewaspadaan

BANJARBARU, DETAK KALIMANTAN – Pasca kebocoran gas klorin yang terjadi pada hari Selasa, 10 September 2024, PTAM Intan Banjar (Perseroda) lebih meningkatkan lagi keselamatan dan kesehatan kerja, salahsatunya dengan memantapkan persiapan alat pelindung diri yang memenuhi standar.  

Humas PTAM Intan Banjar, Mahyuni mengatakan, asap putih yang dikeluarkan akibat dari kebocoran gas tersebut sebenarnya bukan asap, melainkan hanya berupa uapan yang terkumpul terlihat seperti asap.
“Sebenarnya yang di keluarkan gas tersebut bukan asap tetapi uapan yang terlihat seperti asap,” jelasnya kepada wartawan di Banjarbaru.

Disampaikannya, dampak dari gas kalorin kalau di dekati tidak pakai pengaman dapat menyebabkan sesak nafas tetapi bahayanya gas kalorin tidak seperti gas LPG yang dapat meledak dan cara mengatasinya gampang.

“Cukup terkena air saja sudah hilang efeknya, karena Gas klorin itu memang obat netral untuk air supaya tidak ada bakteri didalamnya,” ucapnya.

Mahyuni mengungkapkan, akibat dari insiden ini, pihaknya akan lebih memperketat kesiagaan dan kewaspadaan dalam pekerjaan.

“Kita akan siagakan petugas untuk lebih sering melakukan monitoring terutama untuk sumber air agar terus terjaga,” ujarnya. (Awe/Rilhum)

Bagikan Berita:

Check Also

Listrik Padam Bergilir, PTAM Intan Banjar Andalkan Genset

BANJARBARU, DETAK KALIMANTAN – Adanya pemadaman aliran listrik secara bergiliran dalam sepekan terakhir, PTAM Intan …