BANJARMASIN, DETAK KALIMANTAN – Seringnya kebakaran yang terjadi di Kota Banjarmasin, terlebih di musim kemarau saat ini, menuai keprihatinan berbagai pihak. Salahsatunya dari Ketua Komisi IV DPRD Kota Banjarmasin, Saut Nathan Samosir.
“Kepada masyarakat saya minta untuk selalu berhati – hati dalam menggunakan, memasang colokan listrik terutama colokan yang bercabang karena rawan konslet dan terbakar,” ujarnya kepada wartawan usai mengunjungi sekaligus memberikan bantuan kepada warga yang ditimpa musibah kebakaran di Pasar Sejumput, Jalan Teluk Tiram, Gang Sa’adah, Kelurahan Telawang, RT: 05, RW: 01, Kecamatan Banjarmasin Barat, Kota Banjarmasin, Senin (11/9) siang.
Owner Ekspedisi PT Lintas Jawa Group ini mengatakan, selain terjadinya hubungan arus pendek alias konsleting arus listrik, kebakaran di musim kemarau bisa juga disebabkan sisa – sisa kebakaran (orang banjar menyebutnya kalalatu, red) yang terbang terbawa angin dan jatuh ke atap rumah warga terutama yang tinggal di wilayah perbatasan dengan Kabupaten Banjar dan Barito Kuala.
Politisi dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini mengungkapkan, rasa keprihatinan akan seringnya terjadi musibah kebakaran telah disampaikannya kepada pemerintah Kota Banjarmasin disaat pembahasan anggaran.
“Saya juga sampaikan agar pemerintah bisa membantu masyarakat mengganti instalasi listrik yang telah lama dipakai, terutama di rumah – rumah warga di permukiman padat,” terangnya.
Saran itu, sebut Samosir, sampai saat ini belum ditanggali oleh pemerintah kota, sehingga saran serupa akan kembali dia gaungkan pada pembahasan anggaran di bulan Oktober mendatang.
“Sudah kita sampaikan ke pemerintah kota, semoga ada respons, sehingga kabel tidak layak itu bisa diganti berkoordinasi dengan pihak PLN.
Pasang instalasi yang yang baru khususnya pada rumah warga yang berpenghasilan rendah, kalau dibebenkan (biaya) tentu (mereka) tidak bisa juga. Semoga pemerintah kota memahami,” harapnya.
Selain urun saran, Samosir yang didampingi istrinya Roida Simanjorang juga menyoroti masih kurangnya armada pemadaman kebakaran lewat sungai. Padahal permukiman di Kota Banjarmasin sebagian besar juga berada di bentaran sungai Martapura dan anak – anak sungai yang banyak terdapat di kota berjuluk “Baiman” itu.
“Kita lihat pemadam lewat sungai masih kurang untuk membantu memadamkan api apabila terjadi kebakaran di wilayah pesisir. Kita coba bahas dengan Dinas Damkar, kalau (saja) mereka sudah punya konsep,” ujar pria yang terkenal disiplin dan ramah terhadap semua kalangan itu.
Dalam kunjungannya, Samosir bersama istri terlibat perbincangan dengan warga yang ditimpa musibah kebakaran. Pesan dan harapan dia sampaikan agar warga bisa bersabar dalam menghadapi cobaan yang ditimpakan.
“Kunjungan ini adalah bentuk dari keperdulian kami kepada bapak ibu sekalian. Bantuan yang kami berikan jangan dilihat dari jumlahnya. Semoga bantuan ini bisa sedikit meringankan beban dan memberikan semangat lagi,” ujarnya.
Ketua RT 05, Gang H Saadah, Ahmad Fauzan, menyampaikan ucapan terimakasih atas bantuan yang sudah diberikan kepada warganya yang ditimpa musibah kebakaran.
“Saya mewakili warga mengucapkan terimakasih atas bantuannya pak Samosir,” katanya.
Kebakaran di Pasar Sejumput, Jalan Teluk Tiram, Gang Sa’adah, Kelurahan Telawang RT 05: RW 01, Banjarmasin Barat itu terjadi pada Selasa (29/8/2023) siang.
Kebakaran menghanguskan 2 rumah, 2 kios dan 1 gudang. Sedikitnya ada 4 KK yang menjadi korban dalam peristiwa tersebut. (Awe)