BANJARMASIN, DETAK KALIMANTAN – Ketua Komisi IV DPRD Kota Banjarmasin, Saut Nathan Samosir bersama istrinya, Roida Simanjorang memberikan bantuan kepada warga yang ditimpa musibah kebakaran di dua lokasi yang berbeda, Senin (17/7/2023) siang.
Lokasi pertama, bantuan diberikan kepada korban kebakaran di Simpang Pilot, RT 17, Kelurahan Belitung Utara, Kecamatan Banjarmasin Barat.
Kemudian kepada korban kebakaran di Gang II Indrapura, RT 20, Kelurahan Telawang, Kecamatan Banjarmasin Barat.
Kebakaran di Simpang Pilot terjadi pada Rabu pagi, 12 Juli 2023 dan pada sore harinya, kebakaran juga terjadi di Gang II Indrapura.
Di Simpang Pilot, politisi dari PDI Perjuangan ini disambut Ketua RT setempat, Widiatmoko dan perwakilan warga yang kediamannya habis dilalap api.
“Kami sengaja datang untuk bersilaturahmi dan memberikan motivasi, sekaligus ingin meringankan beban mereka, baik secara moril maupun materil. Meskipun jumlahnya tidak seberapa, tapi semoga bisa bermanfaat,” ujar Samosir kepada wartawan disela kunjungan.
Ketua RT 17 Kelurahan Belitung Utara, Widiatmoko menjelaskan, kebakaran menghanguskan 18 buah rumah yang dihuni 62 jiwa.
“Alhamdulillah, terima kasih atas perhatian Pak Samosir kepada warga kami. Bantuan ini sangat berarti bagi warga kami yang menjadi korban kebakaran,” ujar Widiatmoko.
Usai dari Simpang Pilot, Samosir bersama istrinya Roida Simanjorang beranjak menuju Gang II Indrapura.
Dilokasi, Owner ekspedisi PT Lintas Jawa Group ini disambut Ketua RT 20, Kelurahan Telawang, Fahrul Airbainsyah alias Bani bersama warga.
Kepada Samosir, Bani mengatakan, kebakaran menghanguskan 6 rumah yang dihuni 5 kepala keluarga. Api juga menghanguskan Mushalla Nurul Barakah.
Usai memberikan bantuan, Samosir berpesan kepada seluruh warga Kota Banjarmasin agar selalu memperhatikan instalasi listrik di tempat tinggal masing – masing dan memastikan kompor telah dimatikan ketika meninggalkan rumah.
Samosir juga menyoroti masih minimnya hydran air dilingkungan permukiman. Sehingga pada saat kebakaran untuk mendapatkan air sangat susah, ditambah lagi dengan sempitnya jalan menuju permukiman.
“Ini tentunya menuai keprihatinan dari kita semua. Kami terus mendorong agar ketersediaan hydran air segera terwujud agar pada saat kebakaran air selalu siap,” ujar Samosir.
Dia juga meminta kepada pihak terkait agar lebih gencar lagi memberikan himbauan kepada masyarakat untuk selalu memperhatikan instalasi listrik, kompor dan segala sesuatu yang dapat memicu terjadinya kebakaran. (Ltf)
Detak Kalimantan Portal Berita Akurat dan Terpercaya