BANJARBARU, Detak Kalimantan – Mengusung semangat untuk merealisasikan konsep green airport, manajemen Angkasa Pura I memiliki perhatian terhadap aspek lingkungan. Salah satunya diwujudkan dengan pembuatan tempat penampung air.
Bandara Internasional Syamsudin Noor didesain dengan dua buah pond yang berfungsi sebagai danau buatan. Fungsi utama dari pond tersebut adalah menampung air limpasan hujan sisi darat Bandara sebelum disalurkan melalui saluran drainase kota.
“Selain fungsi esensial sebagai penampungan air limpasan hujan, saat ini pond Bandara juga dimanfaatkan sebagai kolam pembesaran ikan,” ujar General Manager Bandara Internasional Syamsuddin Noor, Dony Subardono kepada wartawan usai kegiatan pelepasan ikan Baung di kolam area barat dan timur bandara, Selasa (6/6).
Pada kegiatan tersebut, sebanyak 20.000 ekor benih ikan Baung dilepaskan secara langsung oleh Sekretaris Daerah Kota Banjarbaru dan Ketua DPRD Kota Banjarbaru bersama para undangan lainnya.
Diketahui, ikan Baung atau dengan nama latin Mystus Nemurus merupakan jenis ikan khas Banua yang menjadi salah satu primadona di Kalimantan Selatan.
“Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Pemko Banjarbaru melalui Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan atas sinergi yang terjalin dalam upaya pelestarian ikan Baung dengan penebaran benih ikan di pond Bandara,” ujar Dony.
Dia berharap, dengan bertambahnya varietas ikan di kolam bandara akan mampu memberikan manfaat untuk ekosistem dan masyarakat pada umumnya. Total ikan Baung yang dilepas sebanyak 40 ribu ekor benih di dua pond bandara. (Awe/ril)
Detak Kalimantan Portal Berita Akurat dan Terpercaya