BANJARMASIN, detakkalimantan.com – Gonjang – ganjing mantan Rektor Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Prof Sutarto Hadi masuk partai Golkar dan dikabarkan akan mencalonkan diri sebagai calon legislatif DPR RI sempat membuat publik terhenyak.
Pasalnya, Sutarto saat ini masih berstatus sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) dan masih menjadi dosen di ULM.
Kepada wartawan, Sutarto buka suara, menurutnya, kabar dirinya masuk partai berlambang pohon beringin itu memang benar. “Namun hanya berumur satu hari, saya langsung keluar dari keanggotaan partai Golkar,” ujarnya Rabu (22/3/2023).
Dia beberkan, tak ada sama sekali permintaan dirinya baik secara lisan maupun tertulis untuk masuk partai Golkar. “Ketika saya bertemu pak Supian HK (Sekretaris Partai Golkar Kalsel, red), saya ditanya apakah sudah pensiun. Saya sampaikan memang telah pensiun sebagai rektor. Rupanya pak Supian salah persepsi, dikiranya saya pensiun sebagai ASN,” jelasnya.
Usai menanyakan hal tersebut, sejurus kemudian, Supian meminta KTP Sutarto. Setelah diserahkan, KTP Sutarto lalu di foto. Oleh Supian rupanya foto itu sebagai pelengkap untuk syarat dimasukkannya Sutarto sebagai anggota Partai Golkar.
“Tanggal 19 Maret saya diundang ke Kantor DPP Partai Golkar di Jakarta. Sampai disana ada saya lihat beberapa mantan pejabat baik pusat maupun daerah, suasananya seperti resmi, saya tidak menyangka,” ungkap Sutarto.
Dia sampaikan, di forum itulah kartu anggota partai Golkar diserahkan kepadanya. Padahal, lanjut Sutarto, dia masih berstatus sebagai ASN dan dia tahu betul ASN tidak boleh menjadi anggota partai.
“Saya jelaskan kepada mereka perihal status saya yang masih ASN. Mereka katakan kita tabayyun dan berdiskusi lebih dalam. Agar tidak menimbulkan polemik, saya lapor tentang hal ini kepada Dirjen Dikti,” terangnya.
Sutarto pun meminta saran dan minta ketemu langsung dengan Dirjen Dikti. Karena sang Dirjen sangat sibuk, maka komunikasi dilakukan melalui telpon saja. “Pak Dirjen meminta saya membuat surat pernyataan mundur dari anggota partai karena itu tidak boleh dan beliau menyarankan agar saya tetap menjadi dosen,” bebernya.
Berdasarkan diskusi tersebut, akhirnya Sutarto dengan mantap memutuskan mengundurkan diri dari anggota partai Golkar walau baru satu hari mengantongi kartu tanda anggota (KTA).
“Saya sampaikan surat pengunduran diri. Kawan – kawan di Golkar bisa menerima penjelasan saya dan menganggap ini langkah terbaik,” ucapnya lirih.
Sutarto menyebut, dunia politik adalah dunia yang asik karena banyak teman. “Namun habitat saya di dunia pendidikan dan bukan di dunia politik. Semua ini telah saya jelaskan sama pak Supian, daripada menimbulkan persepsi di masyarakat. Hal yang sama juga disampaikan kepada menteri dan rektor,” tutupnya.(Ltf)
Detak Kalimantan Portal Berita Akurat dan Terpercaya